Sejarah Desa

Konon pada suatu ketika akan didirikan sebuah masjid yang pertama kali di wilayah ini. Untuk mendirikan tiang masjid digunakan tali yang dibuat dari bambu yang telah diirat (diiris) tpis dan dijadikan tali untuk menarik tiang tersebut. Pak Kyai masjid terluka terkena tali yang dibuat dari bambu tersebut karena sangat tajam (Jawa: tajem). Atas peristiwa tersebut akhirnya wilayah tersebut dinamakan Desa Tajem. Selanjutnya karena Desa Tajem berdekatan dengan Desa Mlagi Kendalsari dan Plosorejo, akhirnya digabung menjadi satu dengan Desa Tajem, yang dipimpin oleh satu Kepala Desa. Karena Desa Tajem ditambah dengan beberapa desa, warga masyarakat bertambah sehingga menjadi ramai (Jawa: sari) maka Desa Tajem diubah namanya menjadi Desa Tajemsari.
Desa Tajemsari merupakan gabungan dari 2 desa, yaitu Desa Tajem dan desa Kendalsari. Desa Kendalsari pada tahun 1912 masuk dalam wilayah Kasunanan Surakarta. Bergabungnya 2 desa tersebut terjadi sebelum masa penjajahan Jepang. Penamaan Tajemsari adalah dari penggabungan nama 2 desa tersebut menjadi satu, yaitu Desa Tajem dan Kendalsari, yang akhirnya dinamakan Desa Tajemsari.